Artikel Medis


Pencegahan Penyakit Diabetes

dr. Silvia Gozali Surono / 09-12-2016
Sampai saat ini, hanya diabetes tipe 2 yang bisa dicegah. Pencegahannya adalah dengan perubahan gaya hidup yaitu dengan mendapatkan berat badan ideal melalui aktifitas fisik sedang.
Kegemukan, khususnya kegemukan pada bagian perut atau bahasa awamnya perut buncit dikaitkan dengan risiko terjangkitnya penyakit diabetes tipe 2. Penurunan berat badan dapat memperbaiki resistensi insulin dan menurunkan tekanan darah tinggi. Orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas harus didorong untuk meraih berat badan ideal dan mempertahankannya.
Aktifitas fisik adalah salah satu pilar utama dalam pencegahan diabetes. Meningkatkan aktifitas fisik sangat penting dalam menurunkan berat dan dikaitkan dengan menurunkan tekanan darah tinggi, serta meningkatkan sensitifitas insulin. Dengan olah raga 30 menit sehari (berenang, bersepeda, jalan santai ) dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 40%.
Diet seimbang dan makanan bergizi juga penting dalam kesehatan. Makananan yang sehat dapat menurunkan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Perilaku atau gaya hidup yang juga berpengaruh adalah :
- Merokok ; perilaku yang mencetuskan banyak terjadinya penyakit kronis, termasuk diabetes dan komplikasinya. Merokok dapat meningkatkan akumulasi lemak di bagian perut dan meningkatkan resistensi insulin. Semua perokok dianjurkan untuk berhenti merokok. Namun, kadang kala dengan menghentikan kebiasaan merokok, timbul efek samping seperti kenaikan berat badan sehingga perlu disertakan perencanaan pola makan yang dapat mencegah naiknya berat badan.
- Faktor strss dan depresi : bukti menunjukkan bahwa adanya keterkaitanantara depresi dengan diabetes dan penyakit jantung pembuluh darah
- Pola tidur : Durasi tidur singkat (< 6jam) dan tidur lama (> 9jam) dapat meningkatkan risiko terjangkitnya penyakit diabetes tipe 2. Kurang tidur dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berperan dalam pencernaan makanan dan keseimbangan energi. Tidur yang terlalu lama bisa juga merupakan suatu gejala dari gangguan napas saat tidur atau suatu gejala depresi yang harus diobati secara benar. Obesitas juga sangat erat kaitannnya dengan timbulnya sindrom OSA (Obstructive Sleep Apnue) yaitu berhentinya napas pada saat tidur.


fan page RS. Santamaria Pekanbaru twitter RS. Santamaria Pekanbaru
Copyright ©2015 RS. Santa Maria Pekanbaru. All Rights Reserved.